Lelah Itu Kembali Menghampiri Aku (bag:2)

Aku rebahkan badanku di kursi dan kuisap sebatang rokok dji sam soe. Kuhisap dalam2 bersama seluruh memory yg ada. Teringat kembali saat kejadian hampir tiga tahun yg lalu. Aku bertemu dgn seseorang yg kini jadi pendamping hidupku. Sungguh awal masa itu sangat indah dan menggairahkan. Kulalui saat2 indah bersamanya dgn penuh harapan serta angan2. Aku jadi tersenyum kembali mengenang saat itu. Ternyata kini dia menjadi bagian dari hidupku. Tak pernah menyangka sebelumnya dia akan menjalani hidup denganku. Karena waktu itu aku dan dia hanya sekedar kebetulan bertemu. Aku ingat saat pertama dia duduk di hadapanku. Tanpa sadar seakan kita telah lama mengenal, ia pun bercerita tentang kehidupannya. Pertama aku tidak menyangka bahwa dia langsung begitu terbuka sama aku. Padahal ini baru pertama kalinya ia dan aku bertemu. Ia beberkan kisah hidupnya yg penuh dgn aral dan rintangan saat masa kecil hingga dewasa. Aku sedikit terharu olehnya. Entah itu karena ceritanya, atau karena keterbukaan dia kepadaku. Yg jelas waktu itu aku sangat simpati kepadanya. Ia sepertinya sudah terlalu percaya kepadaku. Sampai2 ia ceritakan bagian kehidupan pribadinya tanpa ada rasa ganjalan sedikitpun. Kepercayaan itulah yg mungkin membuat diriku merasa sedikit tersanjung. Kenapa dia mau mempercayai aku dgn begitu dalamnya. Hingga sampai2 dia mau utk mengungkapkan sesuatu tentang dirinya yg menurutku itu sangat pribadi. Dari sinilah awal2 benih ketertarikan aku kepadanya mulai tumbuh. Padahal jujur saja..aku paling sulit utk menyukai wanita. Bukan karena aku tak punya hasrat kepada seorang wanita..bukan, bukan itu. Aku memang agak sedikit minder jika harus berhadapan dgn yg namanya wanita. Entahlah aku juga tidak tahu kenapa aku bisa seperti itu. Namun, ketika bertemu dia, sifatku yg satu itu agak sedikit bisa hilang. Dan lama-kelamaan aku jadi akrab dan tidak minder lagi ketika harus bersamaan dengannya. Waktu terus berlaku dan hari pun telah berganti. Seiring kebersamaan itu akhirnya tumbuh benih2 cinta diantara kami. Sejak saat itu hari2ku terasa indah dan menyenangkan. Tak ada sedikitpun momen kebersamaan dengannya yg kulalui tanpa bunga2 kebahagiaan. Saat itu aku benar2 merasa hidup ini begitu indah dan sempurna. #bersambung#

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.